cara mengunci helm double d ring
Misalnya saat mengunci talinya, pastikan harus ketat dengan jarak sampai menjepit atau mencekik satu jari tangan pengendara di bawah dagu. Jika begitu, helm tidak akan lepas saat kecelakaan," ungkapnya. Johanes menyebut, penggunaan strap helm jenis micromatic juga ditentukan dari berbagai faktor yang pernah ia survei.
Site De Rencontre Par Affinité Religieuse. Double D Ring merupakan salah satu jenis tali pengikat helm yang punya tingkat safety tertinggi. Biasanya tali model ini hanya digunakan untuk helm balap, helm cross, atau helm lain yang membutuhkan safety yang tinggi. Prinsip kerjanya adalah semakin di tarik, maka ikatan double D ring akan semakin kuat. Tali pengikat model ini juga hanya dipakai untuk helm kelas premium, seperti Helm Cross JPX Fox1, Helm balap Shoei X-14, dan beberapa helm dari merk KYT yaitu NX-Race, C5, KR-1, dll. BACA JUGA Diclaim paling Safety, Ternyata Double D Ring Punya Kelemahan Mungkin masih ada yang belum tau tentang cara pasang tali pengikat double D Ring, kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara memakai strap jenis ini yang benar. Masukkan ujung tali ke dalam lubang DD ring. Buka DD Ring, putar ujung tali ke ujung dan dorong kembali ke DD ring pertama. Sekarang tarik talinya. Ini membuat DD ring saling menarik dan tali akan terikat kuat. Yang terkahir adalah kacingkan tali pada lubang kancingnya. Sebenarnya pemasangan strap DD Ring sangat mudah, namun karena belum terbiasa jadi terasa sulit. Jika helmet lovers masih kurang jelas dengan penjelasan saya di atas, helmet lovers bisa tonton video di bawah ini, Video Cara Pasang Strap Double D Ring Selain karena aman, tali model Double D Ring banyak diburu karena sudah menjadi trend fashion di kalangan helmet lovers yang rasanya menjadi ada yang kurang kalau belum pakai strap yang sering disingkat DD Ring ini. BACA JUGA Nggak Mudah, Ternyata Begini Proses Yang Harus Dilewati Agar Helm Bisa Lolos SNI
Mas Bro Gan Sob bikers? atau pengguna sepeda motor? pastinya mas bro gan sob tidak asing dengan Helm kan? Di Indonesia peraturan penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam artikel ini rtb coba untuk membahas mengenai sistem penguncian yang digunakan dalam helm. Hingga saat ini rtb baru menemui dua tipe sistem penguncian helm yaitu, quick release buckle atau bahasa gampangnya ceklekan dan Double D ring, nah apa itu Double D Ring pada helm? simak artikelnya sampai habis ya! Sesuai dengan namanya Double D Ring, sistem penguncian ini terdiri dari dua buah ring yang berbentuk seperti huruf D. Biasanya ring ini dibuat dari bahan metal atau besi, selain dua ring berbentuk D tersebut, sistem ini juga terdiri dari strap dan sepasang kancing atau snap button. Strapnya terhubung langsung dengan cangkang helm, salah satu ujung strapnya ditempelkan ke besi yang disatukan dengan cangkang helm menggunakan paku rivet. Kemudian ujung satunya merupakan tempat menempelnya D ring dan snap button tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat digambar berikut ini mas bro gan sob. Sistem penguncian ini memang belum digunakan di semua tipe helm yang ada di Indonesia, baru hanya untuk tipe dan merk tertentu saja yang sudah menggunakannya. Menurut informasi yang rtb dapatkan baik untuk quick release buckle maupun Double D Ring ini sudah memenuhi sertifikasi ECE dan DOT. Dan helm yang rtb miliki sudah ada yang menggunakan Double D ring yaitu helm merk KBC yang sudah lama rtb miliki serta helm apparel dari Honda CRF150L. Mengetahui Apa Itu Double D Ring Pada Helm Awal memiliki helm KBC itu rtb sering kesusahan saat harus mengunci helm dengan sistem Double D ring tersebut, kadang dibutuhkan waktu yang lama hingga bisa terpasang sempurna. Jadi dulu rtb sering tidak membuka kunciannya, hanya rtb longgarkan saja hingga kepala rtb bisa lepas dari helmnya. Namun semakin lama akhirnya makin terbiasa dan mudah untuk melepas maupun memasangnya. Nah untuk cara melepas maupun memasangnya bisa disimak di video dan gambar yang sudah rtb buat berikut ya mas bro gan sob! Bagi rtb ribetnya ini memang merupakan salah satu kekurangan dari sistem penguncian double d ring tersebut, yang jelas penggunaannya tak semudah dan sesederhana quick releas buckle, dan pastinya kita harus lebih teliti untuk memastikan pengunciannya sudah terpasang dengan benar. Namun dibalik keribetannya itu, sistem penguncian ini terbukti lebih aman, lebih kuat dan membuat penggunanya lebih waspada dan selalu memastikan helmnya dipakai dan terkunci dengan benar. Nah mas bro gan sob, sekian artikel mengenai Apa Itu Double D Ring Pada Helm, semoga informasinya bermanfaat, jika mas bro gan sob memiliki pengalaman atau pengetahuan lain mengenai sistem penguncian pada helm bolehlah di share dengan rtb, silahkan tuliskan di kolom komentar yang tersedia. Terimakasih sudah bersedia membaca. Mungkin mas bro gan sob tertarik juga untuk membaca artikel ini Widget not in any sidebars Continue Reading
Pradana/ Ilustrasi tali pengunci pada helm - Tali pengunci atau strap di helm terdiri dari beberapa jenis, yaitu quick release, micromatic dan double d ring. Tapi untuk kebutuhan kompetisi balap yang memiliki risiko kecelakaan tinggi, double d ring merupakan jenis strap helm yang digunakan karena terbilang lebih aman. Sementara jenis quick release dan micromatic, biasanya terdapat pada helm untuk keperluan harian. Lantas, apakah strap helm untuk keperluan harian memiliki tingkat keamanan yang rendah? Johanes Cokrodiharjo, Technical Support NHK Indonesia mengatakan, strap helm harian semisal micromatic tetap aman karena sudah teruji kekuatannya. "Micromatic di helm kami sudah dites dengan breaking point seberat 350 hingga 385 kilogram itu baru pecah, dengan beban seberat itu sudah cukup aman melindungi kepala atau leher manusia," ujarnya dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu. Demi keamanan berkendara, Johanes menganjurkan pengendara agar lebih memperhatikan cara penggunaan tali pengunci helm yang benar ketimbang mempermasalahkan jenisnya. "Misalnya saat mengunci talinya, pastikan harus ketat dengan jarak sampai menjepit atau mencekik satu jari tangan pengendara di bawah dagu. Jika begitu, helm tidak akan lepas saat kecelakaan," ungkapnya. Johanes menyebut, penggunaan strap helm jenis micromatic juga ditentukan dari berbagai faktor yang pernah ia survei. Baca Juga Lebih Aman Helm Half Face Atau Full Face? Ini Kata Pakar Safety Riding Hasil survei pun menyebutkan bahwa micromatic strap microlock lebih disukai konsumen, karena kemudahannya dalam penggunaan sehari-hari. Bukan berarti hal ini mengesampingkan sisi keamanan, sebab strap micromatic menurutnya tidak kalah aman dibanding double d ring. Selain itu, tingkat keamanan strap jenis micromatic juga terus dikembangkan NHK dengan penggunaan material baja kelas atas. Tujuannya tidak lain adalah demi meningkatkan kekuatan micromatic, agar bisa setara dengan double d ring. Baca Juga Ternyata Helm Punya Masa Usia Pakai, Pabrikan Sarankan Ganti Tiap 1 Tahun, Ini Penjelasannya
- Selain desain dan kualitas, sistem pengunci pada helm saat ini juga mulai menjadi perhatian bagi para pengguna kendaraan roda dua. Pasalnya pengunci helm memiliki fungsi penting untuk menjaga pengaman itu tidak terlepas ketika terjadi kecelakaan. Dari beberapa jenis sistem pengunci helm motor yang beredar di Indonesia, setidaknya jenis Microlock dan Double D Ring atau DD Ring menjadi yang paling banyak digunakan khususnya untuk tipe helm full face. Tapi bagaimana untuk urusan safety ketika jenis pengunci helm ini dipakai untuk harian. Technical Director NHK Indonesia, Johanes Cokrodiharjo mengatakan, pada dasarnya penggunaan helm itu harus pas sehingga tidak goyang dan tidak kendor saat terjadi kecelakaan. Baca Juga Jangan Sembarangan! Segera Lakukan 7 Langkah Ini Jika Helm Basah karena Hujan Ilustrasi helm. Pixabay/LUM3N"Keduanya sama safetynya, yang penting dia harus kencang ke dagu. Jadi pada prinsipnya jika keduanya dipakai dengan benar semua sama-sama safety," kata Johanes saat berbincang dengan Lebih lanjut, Ia mencontohkan, penggunaan helm ini sama seperti pakai sabuk pengaman di mobil. Sabuk pengaman saat dipasang dia pas sehingga pengendara juga lebih safety. Namun demikian masing-masing punya kelebihan. Jenis Double D Ring kalau sudah mengunci semakin ditarik dia semakin kencang. Tapi perlu dikunci lagi ke atas sampai klik. Kalau Microlock memang dia sistem klik. Tapi dengan teknologi sekarang yang semakin baik dan simple safety nya juga sama. Walaupun dulu memang kendalanya mudah patah. "Sekarang sudah dilakukan dengan berbagai uji coba, model microlock juga sama safetynya. Dari perspektif harian itu sama-sama aman," terang Johanes. Baca Juga Pemotor di Riau Akhirnya Minta Maaf usai Hina Polisi gegara Ditegur Tak Pakai Helm
Bro sekalian, Via artikel ringan di ahad pagi ini tmcblog mau sharing cara menggunakan helm dengan sistem pengikat Tali Double-D ring. Sistem Pengunci Double-D Ring sampai saat ini dipercaya sebagai sistem penguncian helm paling aman dan masih digunakan sebagai standar penguncian helm pada semua gelaran balap, termasuk MotoGP dan WSBK. Namun memang cara mengunci helmnya paling lama / paling teknis bila dibandingkan pengunci helm tipe Fast Buckle dan tipe Microlock . . . seperti apa metode pengunciannya? silahkan simak paparan berikut ini . .. tahap pertama masukkan tali melalui kedua lubang Ring berbentuk mirip hurup D Lewatkan dari atas Ring D Luar lalu masukkan ke Lubang Ring D Dalam, lihat deh dua gambar di atas Lalu bro lakukan pengencangan sesuai dengan kadar pengencangan tali yang nyaman buat kepala dan dagu bro sekalian Lalu setelah dirasa cukup kencang balikkan lagi tali pengencang dan lalkuakn pengancingan dengan “kancing c’etek” yang disediakan dan helm pun sudah siap dan aman digunakan . . . untuk lebih jelasnya tmcblog juga telah menyiapkan Video yang siap untuk bro sekalian kunyah kunyah juga . .. semoga Berguna Taufik of BuitenZorg
cara mengunci helm double d ring